Why Nadiem Makrim?

Pertanyaan itu saya kira bukan hanya muncul di pikiran saya saja, sejak Presiden Jokowi mengumumkan jajaran menteri kabinetnya, orang baru yang paling mengejutkan untuk saya adalah Nadiem Makarim di posisi Mendikbud. Mengapa Mendikbud? dan mengapa Nadiem yang terpilih? secara dia bukan akademisi, dan track recordnya adalah pengusaha. Secara personal, saya cukup kagum dengan sosoknya. Anak muda yang punya fikiran visioner, sukses mendirikan Gojek di tahun 2010 dan berkembang menjadi perusahaan unicorn kelas dunia.

Lahir di Singapura, 4 Juli 1984, Nadiem menghabiskan waktu pendidikannya di luar negeri hingga ia lulus dari pasca sarjana dan MBA nya di Harvard Business School. Memulai karirnya sebagai consultant di Mc Kinsey & Company, kemudian ia keluar masuk beberapa perusahaan sebelum akhirnya fokus mengembangkan Gojek yang cukup fenomenal dan membuka ribuan lapangan pekerjaan di Indonesia sebagai mitra. Ke depannya, sebagian para sopir ojol ini juga yang termasuk ke dalam yang kontra diangkatnya Nadiem Makarim sebagai Mendikbud. Mereka menilai, Nadiem belum cukup membuat sejahtera kehidupan para sopir ojol dan mengancam akan mengerahkan masa yang banyak untuk demo.

Banyak pro dan kontra bermunculan baik dari kalangan akademisi maupun masyarakat umum. Yang pro mendukung keputusan Presiden Jokowi karena menilai Nadiem sosok yang cocok untuk membawa perubahan dunia pendidikan Indonesia ke arah yang lebih kompetitif lagi. Sementara kalangan yang kontra merasa pesimis Nadiem bisa beradaptasi dengan dunia pendidikan secara ia tidak mempunya latar belakang mengajar sama sekali. Terlepas dari dua pendapat itu, Nadiem sudah terpilih ! dan ia sudah berkomitmen untuk mengerahkan seluruh potensi nya demi memajukan dunia pendidikan Indonesia.

Pidato Memperingati Hari Sumpah Pemuda 2019

Dalam pidatonya pada saat memperingati Hari Sumpah Pemuda di kantor Kemendikbud, Nadiem Makarim menyatakan bahwa ia mengakui banyak pihak yang meragukannya menduduki posisi menteri. Ia berdiri di sana mewakili kaum milenial karena merupakan menteri termuda di kabinet yang baru, dan hanya waktu lah yang akan membuktikan, kilahnya.

Sebagai salah satu pengagum beliau 🤗, saya termasuk yang cukup optimis atau lebih kepada menaruh harapan yang tinggi kepada menteri baru ini. Kesuksesan nya memimpin Gojek tidak serta merta akan mudah masuk ke dunia birokrasi di Kementrian. Ada banyak PR yang akan dihadapi Nadiem di saat ia menjabat kelak, masalah tenaga pengajar yang kurang terlatih dan kompetitif, fasilitas pendidikan yang belum tersebar merata, angka putus sekolah yang masih tinggi atau bahkan kekerasan di dunia pendidik yang sering kita temui akhir-akhir ini. Ada murid yang tega menghajar guru hanya karena ditegur, kekerasan terhadap mahasiswa baru dan lain-lain.

Tidak ada salah nya kita tetap mendukung apa yang sudah menjadi keputusan Presiden, seperti yang Nadiem Makarim katakan, hanya waktu yang akan membuktikan. Let’s see !

Makna Ulang Tahun

Hari ini genap usia saya 48 tahun. Duuh … bentar lagi setengah abad, hiiiks 😥. Ada dua perasaan yang menghinggapi saya setiap kali ulang tahun. Bersyukur dan waspada ! Bersyukur karena saya masih diberi kesempatan hidup, waspada karena jatah umur semakin berkurang dan semakin mendekat pada kematian. Subhanalloh, sudah cukup kah bekal saya? adakah nanti amal baik yang akan menemani saya di alam kubur kelak?

Setiap tahun yang dilalui, euphoria perayaan ulang tahun memang semakin berkurang. Momen itu bukan lagi saat yang tepat untuk dirayakan, tapi lebih kepada momen untuk introspeksi diri. Diisi apakah hari-hari saya selama ini? bermanfaatkah? Apakah semua yang saya lakukan berada dalam ridho-Nya? Jangan-jangan saya hanya memikirkan duniawi saja.

Dilansir dari laman Islampos.com, Hasan Al Basri menyebutkan beberapa kunci Zuhud:

“Aku tahu, rezeki ku tak mungkin diambil orang lain, makanya hatiku tenang.”

“Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan oleh orang lain maka aku sibukkan diriku dengan beramal baik.”

“Aku tahu Allah selalu melihatku, karena nya aku malu berbuat maksiat.”

“Aku tahu kematian menantiku, karena nya aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku.”

Masya Allah 😥indah dan dalam sekali maknanya. Kalau kita resapi kunci zuhud tersebut, saya kira insyaallah hati kita akan tenang dan jauh dari galau.

Momen ulang tahun adalah momen yang tepat untuk pengingat diri bahwa buatlah kebaikan terus setiap saat. Menabung untuk amal sholeh kelak, semakin mendekatkan diri kepada sang pencipta.

Setiap pagi bangun tidur saya membuka pikiran dengan … hal manfaat apa yang ingin saya lakukan hari ini? salah satunya adalah berbagi di blog ini. Moga Allah ridho 🤲Aamiin YRA.

Mengatasi Kulit Kering di Musim Kemarau

Tahun ini musim kemarau berasa agak panjang. Menurut prediksi BMKG musim hujan diperkirakan akan mulai akhir Oktober nanti. Berbagai kejadian yang menimpa saat musim kemarau sudah mulai diderita warga seperti sawah kering, kekurangan air bersih, dampak terhadap pemadaman listrik. Selain itu yang penting dan perlu diwaspadai tentu saja kesehatan kita. Beberapa penyakit yang sering di derita di saat musim kemarau adalah penyakit pernafasan (ISPA), kulit gatal-gatal dan kemerahan, kaki pecah-pecah, penyakit perut seperti diare dan bahkan kemungkinan demam berdarah karena di musim kemarau nyamuk dewasa mulai berkembang.

Saya sendiri merasakan beberapa dampak musim kemarau terhadap kulit seperti bibir dan kaki pecah-pecah, kulit bersisik dan wajah kering. Duh nggak banget deh 😣Nah daripada ngeluh ngomel-ngomel ga karuan, browsing-browsing deh gimana cara mengatasi nya. Berikut beberapa tips yang saya dapatkan hasil berselancar:

  1. Mengatasi Bibir Kering.
  • Gunakan lip balm atau pelembab bibir yang mengandung SPF sebelum mengenakan lipstick, apalagi kalau anda mau bepergian ke luar rumah.
  • Di waktu senggang, olesi bibir dengan madu atau vaseline. Hal ini bisa membantu melembabkan bibir anda secara alami.
  • Perbanyak minum air putih minimal 8 gelas sehari. Sangat penting untuk mengkonsumsi air putih sesering mungkin apalagi di musim kemarau karena bisa menghindari dehidrasi pada tubuh.
  • Sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan sinar matahari tanpa pelindung. Sinar UV bisa menyebabkan bibir menghitam.

2. Mengatasi kaki pecah-pecah

  • Oleskan vaseline terutama sesudah mandi tetapi kaki harus dalam keadaan kering.
  • Gunakan selalu alas kaki, sepatu atau sandal.
  • Jangan terlalu sering bersentuhan dengan sabun atau detergen karena akan mengakibatkan kaki tambah kering.
  • Di saat senggang, lakukan pengelupasan kulit kering dengan cara scrubbing atau menggosok perlahan menggunakan alat khusus.
  • Apabila kaki pecah dalam tahap parah, temui dokter anda. Mungkin saja penyebabnya adalah suatu penyakit tertentu.

3. Melembabkan Kulit Wajah.

  • Biasakan membasuh wajah dengan air biasa. Air hangat ternyata bisa membuat wajah kita tambah kering.
  • Oleskan selalu pelembab dan sunscreen minimal dua kali sehari terutama setelah mandi dan sebelum bepergian.
  • Gunakan masker wajah yang bisa melembabkan kulit seperti alpukat, tomat atau bahkan madu. Apalagi setelah beraktifitas di alam terbuka dan wajah terkena paparan sinar matahari.
  • Perbanyak minum air putih seperti keterangan di atas.
  • Hindari terpapar sinar matahari langsung apalagi durasi waktu pukul 11 sampai dengan pukul 2 siang. Sinar UV di jam ini bisa merusak kulit wajah. Apabila terpaksa, gunakan payung, topi atau pelindung kepala lainnya.

Sebetulnya masih banyak hal-hal yang perlu diwaspadai seputar penyakit di musim kemarau. Tetapi 3 hal tersebut diatas yang sering bikin galau terutama kita kaum wanita. Yuk kita coba terapkan tips tips nya siapa tahu bisa mengatasi gangguan kulit di musim kemarau.

Jadi, ga ada alasan lagi buat mengeluh di musim kering kaya gini kan?

Mama

Hari ini lagi baper 😊 karena kemarin mama saya ulang tahun yang ke 70. Biasanya setiap ulang tahun yang lalu-lalu ya gitu aja, seneng karena mama masih diberi kesehatan dan masih bisa kumpul sama anak cucu. Tapi tahun ini lain, mungkin karena beliau menginjak usia kepala tujuh, dan tadi pagi mama bilang kalau ia tidak yakin bisa menginjak kepala 8 😥ouwwhhh ….

Mama saya lahir tahun 49, satu kata yang bisa saya katakan untuk mama saya adalah: tulus ! bukan penyanyi itu ya hehe. Ya, mama saya adalah orang yang paling tidak pernah curiga an dan berburuk sangka sama orang lain. Ia selalu mengklaim bahwa semua orang baik. Yang ada dalam pikirannya adalah selalu keinginannya untuk memberi. Semenjak ditinggal oleh bapak tahun 2013, mama tinggal bersama saya di rumah. Sebelumnya ia adalah pengabdi setia bapak saya, saya nyaris tidak pernah melihat bapak pergi tanpa mama, kecuali ke kantor ya. Setelah bapak pensiun mereka selalu pergi berdua, dari ke mall sampai ke pasar, nengok cucu, ke pengajian … kemana pun.

Pada saat bapak dipanggil Allah, mama berkata pada saya bahwa ia merasa seperti di PHK. Di saat mengerjakan rutinitasnya untuk melayani bapak, tiba-tiba pekerjaannya hilang ! tapi beliau tidak pernah menyesal karena selama hidupnya lebih banyak bahagia ketimbang sedih katanya. Sekarang, hari-hari nya lebih banyak di rumah seminggu sekali ke pengajian, olah raga ringan, memasak dan sesekali jalan-jalan. Semenjak punya android beliau punya ritual khusus yaitu buka channel youtube ngaji dan tausyiah.

Kegemarannya bersedekah menjadi panutan saya. Setiap tahun beliau usahakan untuk berkurban, uangnya dikumpulkan dari pensiunan dan pemberian. Setiap menjelang idul fitri selalu heboh memikirkan ingin memberi barang kepada jemaah pengajiannya. Tas, hijab bahkan pernah pula sendok dan garpu 1 lusin 😀Ketulusannya dalam segala hal itulah yang membuat saya bangga, walaupun mama saya hanya lulusan SMP karena keburu menikah. Ibadah ritual pun tidak pernah ditinggalkan, solat tahajud dan membaca Al Quran sudah menjadi rutinitas nya.

Kesederhanaannya dalam berfikir dan bersikap akan selalu menjadi contoh untuk saya dan cucu cicit nya kelak. I love you mom, maafkan belum bisa membahagiakan mu. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberi kesehatan. Aamiin yra.

Stop Cyber Bullying !

source: pixabay

Tadi malam saya menyaksikan acara Insert Story di Trans TV. Mereka mengangkat kisah mengenai cyber bullying sehubungan dengan kematian seorang aktris Korea bernama Choi Jin-ri atau dikenal dengan Sulli. Sulli ditemukan meninggal gantung diri di aprtemennya oleh manager nya sendiri. Di acara tersebut hadir beberapa artis seperti Raffi Ahmad, Luna Maya, Astrid Tiar dan aktor asal Korea Lee Jeong Hoon. Di acara itu mereka masing-masing memberikan komentar pribadi nya mengenai haters dan bully terhadap para artis idola.

Luna Maya berpendapat bahwa mental illness dan phobia sosial seperti yang diidap Sulli masih dianggap sebelah mata oleh orang Indonesia. Mereka hanya mencap bahwa itu penyakit jiwa atau gila saja. Padahal kalau tidak ditangani serius, hal itu bisa berakibat fatal dan berakhir dengan tragis seperti artis Korea tersebut. Luna mengatakan bahwa pengidap tidak perlu malu untuk mengakui dan terapi kepada ahli yang tepat sebelum terlambat. Kemudian Raffi Ahmad pun berkomentar bahwa ia pun nyaris mengalami hal yang sama, beruntung ia mempunyai keluarga dan orang-orang terdekat sebagai support system. Dari sejak kecil ayahnya sudah mengajarkan bahwa ia harus bergaul dengan berbagai kalangan baik itu kaya ataupun miskin. Sehingga menurutnya, ia akan selalu berada dalam kondisi siap walaupun pada saat keadaan terpuruk sekalipun.

source: The Straits Time

Terkuak fakta mengenai kehidupan artis-artis Korea disampaikan Lee Jeong Hoon pada acara itu. Ia mengatakan bahwa artis-artis yang sudah mendedikasikan hidupnya di bidang entertainment harus siap-siap kehilangan privacy nya. Mereka tidak dibolehkan berjalan-jalan sendiri di ruang publik dengan bebas. Harus tertutup dan menggunakan masker. Pada saat mereka tanda tangan kontrak, kehidupan pribadi mereka seolah terampas. Tidak boleh ada kontak dengan keluarga, teman, sahabat dekat apalagi pacar. Aktris Sulli berkarier sejak usianya 5 tahun, dari postingan-postingannya di sosial media, ia sering curhat dan merasa seolah sendiri dan tidak ada kawan yang bisa diajak bercerita sementara berbagai komentar jahat, cibiran dan caci maki dari netizen hampir setiap hari ia dapatkan.

Netizen Korea memang terkenal sadis dan tidak pandang bulu. Menurut Lee, bedanya dengan netizen Indonesia, mereka kalau diperkarakan oleh si artis cenderung akan mengalah dan berujung damai. Tapi di Korea tidak, kalau sudah benci mereka tidak segan mendatangi rumah si artis dan bisa melakukan tindakan anarkis.😨 Lee sempat mengalami pula cyber bullying di Indonesia pada saat berkarir dan kemudian menikah dengan istrinya sekarang. Ada yang menyebut ia pebinor (perebut bini orang), nggak laku di Korea, punya anak haram lah … waah macam-macam deh. Sempat pula ia memperkarakan salah satu netizen karena menurutnya sudah keterlaluan cuitannya kepada keluarga nya.

Psikolog Intan Erlita yang juga dihadirkan sebagai narasumber berpendapat bahwa keluarga dan teman terdekat sebagai support system sangat diperlukan bagi siapapun yang mengalami gejala seperti Sulli. Walaupun kita bukan artis sekalipun, apabila kita melihat gejala teman atau saudara yang mulai posting-posting di sosial media berupa keluhan, ratapan atau kata-kata yang bernada ketakutan, segeralah hubungi mereka. Ajak berdialog supaya kita mengetahui apa yang sedang terjadi sebelum terlambat. Banyak artis-artis di Korea yang kemudian mengakhiri hidupnya hanya karena mereka tidak tahu harus mengadu kemana.

Stop Cyber Bullying ! mulailah untuk memikirkan sebelum kita mengomentari seseorang, think before comment. Apakah komentar kita bisa berakibat buruk bagi seseorang? bully berupa fisik bisa terlihat dan segera diobati, berbeda dengan psikis. Luka secara psikis membutuhkan waktu lama untuk diobati. Mari bijak ber sosial media !

Pray? Trust me, It Works !

source: pixabay

Dan Rabb mu berfirman: “Berdoalah kepadaKu niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina. (QS: Ghafir: 60).

Kalau Allah SWT sudah berjanji, siapa yang akan meragukan kebenarannya? karena beliau Maha Benar. Sebetulnya, apa hakekat doa? Dikutip dari imuslimguide.com bahwa doa adalah hakikat ibadah yang di dalamnya terdapat upaya untuk kembali dan merendahkan diri di hadapan Allah. Bagi umat muslim, doa adalah senjata. Kehidupan manusia yang penuh dengan ujian kesabaran, membuat manusia memerlukan satu ritual untuk kemudian mengadu, berpasrah diri secara total dan meminta kunci jawaban atas segala persoalan hidup yang mendera.

Saya pribadi merasa sangat membutuhkan doa. Saya beruntung memeluk agama Islam yang mempunyai ritual khusus shalat 5 waktu, dimana itulah jeda waktu saya disela rutinitas hidup untuk kembali mengadu dan menenangkan diri dengan berdialog. Air wudhu yang membasuh wajah dan bagian tubuh lain serasa oase yang menyejukkan raga dikala kepenatan melanda.

Kembali kepada janji Allah SWT seperti dalam surat diatas, sebetulnya bisa jadi bahan renungan bagi kita, apa yang membuat kita galau dan resah memikirkan kehidupan dunia? bukankah Allah sudah berjanji tidak akan membebani kita dengan masalah yang kita tak sanggup? bukankah ada tools atau alat berupa zikir dan solat yang bisa kita gunakan untuk mengadu? Ikhtiar maksimal setelah itu pasrahkan hasilnya kepada beliau, itulah tawakkal.

Materi ini menjadi ingin saya tuangkan ke dalam blog ini karena betapa Allah Maha Baik. Apa yang saya mau apa yang saya panjatkan dalam doa-doa saya selalu terkabul. Walau dengan cara lain, walau kadang tidak sesuai ekspektasi, tapi at the end selalu hasil terbaik yang saya dapat. Gimana saya nggak ketagihan berdoa? 🙄

Hal ini pula yang saya terapkan ke anak-anak saya, mungkin mereka agak-agak muntah juga kali ya saya jejalin terus untuk selalu meminta apapun kepada Allah 😁 tapi saya berharap perkataan saya bisa masuk ke alam bawah sadar mereka. Di saat saya tak mendampingi lagi, mereka akan mengerti bahwa suruhan ibu nya bener. Di saat mereka mandiri dan siap bertarung dalam hidupnya, saya cuma berharap mereka akan selalu lari ke sajadahnya untuk mengadu beban hidup kepada Sang Rabb.

Saya mengerti, mungkin banyak pembaca yang bergumam .. ah basi .. semua orang juga tau kali berdoa itu baik. Tapi memang saya hanya ingin memberikan testimoni saja kalau semua hal bisa diselesaikan dengan doa. Hanya kembali lagi kepada kesabaran manusia itu sendiri, karena pada dasarnya manusia ingin hasil yang instant. Begitu doa malemnya, eh besok dikabul. Hmmmm !!

Alhamdulillah, dengan meresapi ayat diatas, hati saya jauh lebih tenang sekarang. Tidak lagi iri melihat orang lain lebih sukses, menyikapi masalah yang datang dengan lebih sabar, bersyukur dengan apa yang saya punya, meminta apa yang saya mau dengan tetap berbaik sangka kepada Allah, apapun yang diberi, itulah yang terbaik untuk saya. Wallohualam bii showab 🤲

Dimana Empatimu?

Baru-baru ini jagad maya sedang ramai dan heboh dengan adanya kasus penusukan yang dilakukan oleh oknum terpapar ISIS terhadap Pak Wiranto. Beliau sedang ada kunjungan ke Pandeglang Banten dalam rangka peresmian sebuah sekolah.Kejadiannya begitu spontan dan yang terluka bukan hanya Pak Wi saja, termasuk Kapolsek Menes Kompol Dariyanto pun ikut terluka.

Pelakunya sudah tertangkap. Sepasang suami istri pendatang dan bukan asli orang Pandeglang kemudian diringkus, belakangan diketahui, mereka termasuk orang-orang yang terpengaruh ISIS. Hebohlah seantero Indonesia, termasuk jagad maya ! Seperti biasa, pro dan kontra pun bermunculan. Berbagai komentar bernada simpati dan nyinyir banyak dilontarkan. Termasuk di timeline FB saya.

Saya bukan termasuk pemerhati politik dan tentu saja tidak terlalu paham mengenai dunia ini. Tetapi jiwa empati saya berontak juga ketika banyak pihak yang menuduh kejadian ini adalah rekayasa semata 😨. Malah ada yang menuduh Pak Wiranto sudah memakai perban di perutnya sebelum kejadian. Masa sih sampe segitu niatnya?

Kenapa bahasan ini saya tulis di blog saya karena ko ya ngerasa gerah aja sama temen-temen sendiri yang posting komentar nyinyir di timeline FB. Dimana sih rasa empati mereka? Saya nggak permasalahkan siapa yang jadi target penusukan teroris. Siapapun itu, mau pejabat kek, rakyat biasa kek ya ngga bisa lah tindakan penusukan itu dibenarkan. Salah satu teman yang juga punya perasaan sama malah sibuk mendata ulang pertemanan nya di FB 😀Dia merasa harus nge blok dan menghapus pertemanan dengan orang yang suka nyinyir.

Tapi ya itulah dunia Sosial Media. Kita tidak bisa berharap akan menemukan postingan yang “baik-baik” saja, karena selalu ada dua sisi dalam kehidupan ini. Jaman sekarang berlaku anekdot “Jarimu Harimau mu” bukan lagi mulutmu harimau mu. Bukankah seorang Dandim Kendari kemudian dicopot jabatannya hanya gara-gara cuitan istrinya di medsos? Jabatan lho dipertaruhkan ! Salah satu teman saya pun terkena 3x blok dari facebook karena selalu memposting komentar nyinyir kepada pemerintah sekarang di timeline nya.

Sebagai rakyat biasa yang sesekali aktif di dunia maya, saya hanya bisa berharap semoga para netizen bisa lebih bijak lagi melihat sisi permasalahan dan berfikir dulu sebelum komentar di media sosial. Alangkah lebih baiknya kalau kita bisa temukan postingan-postingan bermanfaat yang bisa menambah wawasan ketimbang komentar nyinyir dan berita hoax yang bisa merugikan kita semua.

Berbeda Pilihan? Sah-sah saja

Besok, tanggal 17 April 2019 ada perhelatan akbar di Indonesia. Rakyat Indonesia akan menentukan pilihan pemimpin untuk 5 tahun ke depan. Bagi saya, ini sekaligus melegakan, karena selama kurang lebih 8 bulan terakhir setiap berita di linimasa dan sosial media penuh dengan komentar-komentar baik positif maupun negatif terkait pilpres ini. Kalau komentar positif sih nggak usah dibahas, yang buat miris yang negatif ini. Ada yang posting bisa sampai 3x dalam sehari (udah kaya makan obat aja) isinya apalagi kalau bukan menghujat dan nyinyir sama capres cawapres yang bukan pilihannya.

Ada juga yang nge share berita-berita yang belum tentu pasti kebenarannya. Padahal mereka bisa terancam UU ITE lho. Malah ada yang kemudian saling un-friend gara-gara mereka nggak sama pilihannya dan merasa tersinggung dengan komen negatif di sosial media. Huuuhhh … (tepok jidat). Memang harus ya sampai kaya gini? Seorang teman juga akhirnya jadi bahan gunjingan karena ia seringkali memposting komen-komen negatif tentang capres lawan di wall fb nya.

Menurut pendapat saya, siapapun pemimpin terpilih nanti, itu sudah qadarulloh, sudah ditakdirkan Allah memang yang terbaik untuk memimpin Indonesia. Si lawan yang kalah harus legowo karena itu murni pilihan rakyat Indonesia. Tugas kita sebagai masyarakat adalah memilih dan kemudian memantau janji-janji mereka pada saat masa kampanye. Untuk kemudian, kita kembali ke rutinitas kita sehari-hari, yang sekolah, yang bisnis, yang ngantor.

Membaca berita-berita tentang pemilu, membuat saya tergelitik. Hampir seluruh masyarakat Indonesia menyambut baik perhelatan ini dan sepertinya persentase golput kian menurun (mudah-mudahan). Para panitia KPPS terutama di daerah berlomba ingin menampilkan yang terbaik. Ada yang berseragam batik, ada yang memakai baju khas daerahnya masing-masing atau menghias tempat nyoblos nya dengan hiasan tertentu. Pemilu juga dilakukan di luar negeri dan biasanya bertempat di KBRI setempat. Para warga Indonesia yang kebetulan sedang berada atau memang domisili di luar negeri juga tampak antusias memberikan suaranya. Ada yang rela antri sampai 2 jam lebih karena keterbatasan tempat. Bahkan ada juga yang harus nyetir ber kilo-kilo demi nyoblos ! Luar biasa … dan saya rasa semua sama dengan satu harapan … untuk Indonesia yang lebih baik lagi.

Besok, saya dan keluarga pun turut andil. Tempatnya di TPS 004 tidak jauh dari rumah. Walau saya tahu saya berbeda pilihan dengan suami, tapi tak masalah … toh itu adalah hak individu masing-masing. Yang lucu, anak gadis saya baru pertama kalinya nyoblos karena ia baru dapat KTP, dan komentarnya adalah aku mau sama aja sama mamah pilihannya 😁 haha ya terserah neng, mau sama mau beda pilhan sah-sah saja …

Bagaimana mencegah tindakan bullying?

Baru-baru ini, linimasa sedang heboh dengan pemberitaan seorang anak perempuan SMP yang dibully oleh sekelompok anak-anak SMA. Dengan alasan sepele hanya karena masalah asmara, mereka tega menjambak, menyiram air ke muka dan melempar sendal Ya Allah … mau jadi apa mereka nanti? Saking viralnya, tagar #JusticeFor Audrey (nama yang dibully) sempat mendunia. Tidak kurang dari Pak Jokowi, Gubernur, deretan artis dan para youtuber terkenal mengecam tindakan ini dan meminta aparat untuk menindak lanjutinya.

Bullying, Child, Finger, Suggest

Sebetulnya tindakan bully bukanlah hal yang baru terutama di dunia pendidikan. Dampak negatif yang ditimbulkan akibat tindakan ini tidak bisa dibilang main-main, si anak akan mengalami depresi, rendah diri, sedih berkepanjangan bahkan sering terjadi kasus bunuh diri. Apabila tidak segera Sebetulnya, apa penyebab utama bullying selalu berulang terjadi terutama di lingkungan sekolah?

  • Si Anak Ingin Dicap Berkuasa. Si pembully akan merasa bangga dan berkuasa pada saat ia menunjukkan “power”nya . Mereka akan mencari anak yang terlihat lemah, tidak PD atau dianggap “sok tahu” untuk dijadikan sasaran bully.
  • Kurang Perhatian Dari Orang Tua. Anak yang kurang mendapat kasih sayang di rumah, biasanya cenderung mencari perhatian dengan bertingkah di luar rumah. Ia akan merasa puas apabila banyak mata tertuju akibat ulahnya.
  • Terbiasa Berada Di Lingkungan Dengan Kekerasan. Anak yang terbiasa menerima kekerasan dari orang sekitarnya terutama orang tua, biasanya akan melakukan tindakan yang sama di luar rumah. Apalagi jika ia terbiasa melihat KDRT, ayah sering memarahi dan memukul ibu misalnya. Ia akan beranggapan bahwa segala sesuatu harus diselesaikan dengan cara kekerasan.
  • Pernah Mendapatkan Tindakan Serupa. Anak yang dulu nya pernah di bully cenderung akan melakukan semacam tindakan balas dendam. Maka tak heran bullying seperti bersifat warisan yang turun temurun di setiap angkatan.

Terlihat betapa pentingnya pendidikan karakter yang harus ditanamkan oleh orang tua. Anak-anak yang terbiasa mendapat kasih sayang yang utuh dari orang tua diajarkan untuk jangan pernah menyakiti orang lain. Baik itu berupa lisan ataupun fisik, mereka harus mengerti bahwa kita pun akan merasakan penderitaan yang sama apabila diperlakukan dengan cara kekerasan.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai orang tua untuk mencegah tindakan bullying di sekolah antara lain:

  1. Berikan pemahaman apa itu bullying kepada anak. Anak yang mengerti apa itu tindakan bullying cenderung akan lebih mudah menemukan cara supaya tindakan itu bisa dicegah. Setidaknya ia tahu kemana akan mengadu atau berbicara kepada orang yang tepat.
  2. Rangsang anak untuk mau terbuka dan berbicara kepada guru atau orang tua sehingga apabila ia melihat atau mengalami tindakan bullying.
  3. Berikan “strategi” untuk mencegah bullying seperti dekat dengan para guru atau berkelompok dengan teman-teman lain.
  4. Ajak selalu anak untuk berdialog dan bercerita kegiatannya sehari-hari. Dengan siapa mereka tadi bermain, pulang bareng, sebangku biasanya anak yang tidak mendapat tekanan akan senang bercerita pengalamannya di sekolah.
  5. Libatkan anak dalam aktifitas yang mereka sukai seperti ekskul basket, paduan suara, menari ataupun kegiatan pramuka misalnya. Terbiasa bergaul dengan teman-teman yang minatnya sama akan membuat si anak menjadi lebih percaya diri dan ceria.
  6. Berikan contoh teladan bagaimana cara memperlakukan orang lain. Anak adalah peniru ulung, ia akan meniru kebiasaan orang terdekatnya terutama orang tua. Walaupun seperti tidak peduli, ia akan merekam bagaimana cara orang tua menyelesaikan konflik, berdamai dengan masalah ataupun cara kita memperlakukan teman dan saudara.
  7. Jalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah terutama guru kelas. Apabila kita mempunyai komunikasi yang baik dengan para guru, mereka biasanya akan cepat memberikan informasi apabila ada perubahan yang signifikan dari sikap anak.

Itulah beberapa tindakan yang setidaknya bisa kita terapkan ke keluarga sendiri dulu. Mudah-mudahan dengan akhlak yang baik yang diterapkan sejak dini, tidak akan terjadi lagi korban-korban bullying yang bisa merusak masa depan anak-anak kita.

Bismillah

Hari ini, Rabu, 10 April 2019 pukul 14.20 saya pertama kali ngeblog di wordpress. Karena kantor lagi sepi, jadi saya coba-coba bikin blog. Sebetulnya dulu pernah ngeblog pake blogspot tp trus lama banget ga diupdate. Tapi ngga mau janji dulu ah update blog rutin, secara yang udah udah juga meleset terus 😂. Kalau mengenai topik sebetulnya banyak yang pengen saya share tapi takut kebanyakan, saya mau share banyak aja tentang parenting (secara q emak-emak), keuangan (ni perlu nih terutama buat irt yang tugasnya menteri keuangan di rumah), tholabul ilmi (hasil dengerin tausyiah atau baca ulasan agama sana-sini) dan motivasi diri (ga tau deh, tiap buka channel youtube yang dicari pasti para motivator dengan segala ocehan motivasi nya).

Mudah-mudahan blog ini bisa bertahan lama, bisa dipercantik sedikit-sedikit, bisa punya domain khusus nama saya (aamiin) … karena salah satu hobi saya selain nulis ya blogwalking juga dan saya sukaaa banget lihat para blogger yang semangat nulis dan berbagi terus blog nya kece (mudah-mudahan ketularan semangatnya deh).

Nah, sekarang saya mau blogwalking lagi siapa tau ketemu artikel gimana caranya biar semangat ngeblog 😁

Create your website at WordPress.com
Get started